{"id":210,"date":"2024-02-22T04:27:10","date_gmt":"2024-02-22T04:27:10","guid":{"rendered":"https:\/\/coding.id\/blog\/?p=210"},"modified":"2024-02-22T04:27:10","modified_gmt":"2024-02-22T04:27:10","slug":"rekomendasi-backend-framework","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/","title":{"rendered":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024"},"content":{"rendered":"\n<p>Dalam dunia pengembangan aplikasi <em>web<\/em> dan <em>mobile<\/em>, <em>backend framework<\/em> memegang peranan penting dalam membangun dan mengelola server, database, dan aplikasi. Sebelum kita menyelami rekomendasi <em>backend framework<\/em> terbaik di tahun 2024, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian dan fungsinya.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengertian <\/strong><strong><em>Backend Framework<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-us.googleusercontent.com\/xVWmOtQWPpGYatA843XlVl7aeF2GWlRz7C-ZH5_Wa4khNAQdBYh_fVflyKkw3tRRhIOnxhEQzagJWNoe9qQAuxjXHqzk6wBVtZ_3aK8jMljrwAiVbtnzCYnKSqJuwF9Dni9NjQngLCBEVXLJH_LtGc8\" alt=\"Pengertian Backend Framework\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Backend framework<\/em> adalah kumpulan alat yang memudahkan pengembang dalam menulis, memelihara, dan menguji kode <em>backend<\/em> aplikasi. Framework ini menyediakan komponen siap pakai untuk berbagai tugas <em>backend<\/em> seperti autentikasi, pengelolaan sesi, interaksi dengan database, dan lainnya. Hal ini memungkinkan pengembang untuk fokus pada logika aplikasi khusus daripada menangani aspek dasar infrastruktur aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Fungsi<\/strong><strong><em> Backend Framework<\/em><\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p><em>Backend framework <\/em>berperan penting dalam pengembangan aplikasi <em>web<\/em> dan <em>mobile<\/em>, dengan menyediakan berbagai fasilitas dan alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah proses pengembangan.\u00a0<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/coding.id\/blog\/tips-memilih-bootcamp-it-terbaik\/\">Tips Memilih Bootcamp IT Terbaik<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengelolaan Database<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>ORM (Object Relational Mapping)<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>ORM memungkinkan pengembang untuk bekerja dengan database menggunakan paradigma pemrograman berorientasi objek, dimana tabel database diwakili sebagai kelas dan baris sebagai instansi. Ini memudahkan interaksi dengan database tanpa harus menulis <em>SQL query <\/em>secara langsung, meningkatkan keamanan dan efisiensi pengembangan.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong>Teknik Interaksi Lainnya<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Selain ORM, framework bisa menyediakan abstraksi lain seperti Query Builder yang memungkinkan pembuatan <em>SQL query<\/em> secara programatik, atau menggunakan teknik NoSQL untuk database yang non-relasional, sesuai dengan kebutuhan aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Autentikasi dan Otorisasi<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Manajemen Pengguna<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Framework<\/em> menyediakan sistem untuk mendaftarkan, masuk, dan mengelola pengguna. Ini termasuk penyimpanan aman kata sandi, reset kata sandi, dan verifikasi email.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong>Hak Akses<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Mekanisme hak akses seperti <em>Role-Based Access Control<\/em> (RBAC) atau <em>Permission-Based Access<\/em> memungkinkan aplikasi untuk memberikan atau membatasi akses ke fitur tertentu berdasarkan peran atau izin pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Manajemen API<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Pembuatan API<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-us.googleusercontent.com\/mZZkVXdT2A1SA4ulwqNXn1G6Lt1FrXHDAD3ojcb7NR3Rk_rJvkop1NdKIXEi6oStvd8EY4RR8yS0p_gqfu8pX9QGqmPzSdiAB-YB2PZlkRAJEAFJUhubGUGIYhNtafjDBcPcItywp8UinAOlqJ2LFxs\" alt=\"Fungsi Backend Framework\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p><em>Framework<\/em> menyederhanakan proses pembuatan API RESTful atau GraphQL, dengan menyediakan alat untuk routing, <em>parsing request<\/em>, dan <em>formatting response<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong>Versi dan Dokumentasi API<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p>Dukungan untuk versioning API memungkinkan pengembang untuk membuat perubahan atau peningkatan tanpa mengganggu penggunaan aplikasi yang ada. <em>Framework<\/em> juga sering menyertakan alat untuk menghasilkan dokumentasi API secara otomatis.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong><em>Middleware<\/em><\/strong><strong> dan <\/strong><strong><em>Routing<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong><em>Middleware<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Middleware<\/em> adalah fungsi yang dijalankan sebelum atau sesudah request mencapai <em>route<\/em> tujuan. Ini digunakan untuk tugas umum seperti<em> logging<\/em>, autentikasi, dan manipulasi <em>request\/response<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong><em>Routing<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Routing<\/em> mengatur bagaimana aplikasi merespons pada berbagai request HTTP ke alamat URL tertentu. Ini termasuk pengelompokan <em>route<\/em>, <em>route <\/em>parameter, dan<em> route<\/em> dengan metode HTTP yang berbeda (GET, POST, dll).<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Pengujian dan <\/strong><strong><em>Debugging<\/em><\/strong><\/h3>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\">\n<li><strong>Alat Pengujian<\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<p><em>Framework<\/em> biasanya menyediakan alat untuk pengujian unit dan pengujian integrasi, memungkinkan pengembang untuk secara otomatis memverifikasi fungsionalitas kode sebelum produksi.<\/p>\n\n\n\n<ol class=\"wp-block-list\" start=\"2\">\n<li><strong><em>Debugging<\/em><\/strong><\/li>\n<\/ol>\n\n\n\n<figure class=\"wp-block-image\"><img decoding=\"async\" src=\"https:\/\/lh7-us.googleusercontent.com\/pcbi--xzIz1q0sroATOvMEP4kbjx809hGXp2x0nemsSkBGS2LTcc5rRET_9b-EC8LHH3BX8HyUmFsH56kb3EOcoSCMMhV4KF8FAdoUs1R96DFlKTXP8LKGsGOmzHoGfVqJro7GwWXxXyd0927f8USc4\" alt=\"Fungsi Backend Framework\"\/><\/figure>\n\n\n\n<p>Fitur seperti <em>logging error<\/em> yang terperinci,<em> stack traces<\/em>, dan integrasi dengan <em>debugger<\/em> memudahkan identifikasi dan perbaikan <em>bugs<\/em> dalam aplikasi.<\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><strong>Rekomendasi <\/strong><strong><em>Backend<\/em><\/strong><strong> <\/strong><strong><em>Framework<\/em><\/strong><strong> Terbaik Tahun 2024<\/strong><\/h2>\n\n\n\n<p>Setelah memahami pengertian dan fungsinya, berikut adalah 5 rekomendasi <em>backend<\/em> <em>framework<\/em> terbaik di tahun 2024:<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Express.js<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Express.js adalah <em>framework<\/em> berbasis Node.js yang ringan dan fleksibel. <em>Framework<\/em> ini sangat populer di kalangan pengembang karena kemudahannya dalam membangun aplikasi web dan mobile yang efisien. Express.js menyediakan set alat yang kuat untuk membangun API dan aplikasi <em>web server-side<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Baca juga: <a href=\"https:\/\/coding.id\/blog\/coding-adalah\/\">Coding Adalah: Potensi, Urgensi, Penerapan, dan Cara Belajarnya<\/a><\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Django<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Django adalah <em>framework<\/em> berbasis Python yang mengikuti pola arsitektur <em>Model-Template-Views<\/em> (MTV). Django sangat cocok untuk pengembangan aplikasi web skala besar karena fitur bawaannya yang kaya, termasuk sistem administrasi otomatis, dan komponen untuk autentikasi pengguna.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Spring Boot<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Spring Boot, berbasis Java, memudahkan pembuatan aplikasi berbasis Spring yang stand-alone dan produksi-siap. <em>Framework<\/em> ini mengotomatisasi konfigurasi dan memungkinkan pengembang untuk fokus pada pembuatan fitur aplikasi. Spring Boot sangat cocok untuk <em>microservices <\/em>karena dukungannya terhadap kontainerisasi seperti Docker.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Laravel<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Laravel adalah<em> framework<\/em> PHP yang elegan dan mudah digunakan, dengan sintaks yang ekspresif. Laravel menawarkan berbagai fitur seperti sistem migrasi database, manajemen routing yang sederhana, dan integrasi dengan sistem pencarian teks penuh seperti Algolia dan Elasticsearch.<\/p>\n\n\n\n<h3 class=\"wp-block-heading\"><strong>Ruby on Rails<\/strong><\/h3>\n\n\n\n<p>Ruby on Rails, atau Rails, adalah <em>framework<\/em> berbasis Ruby yang mengikuti prinsip &#8220;<em>Convention over Configuration<\/em>&#8220;. Rails terkenal dengan pendekatannya yang cepat dalam pengembangan aplikasi, dengan memanfaatkan migrasi database, scaffolding, dan DRY <em>(Don&#8217;t Repeat Yourself) principles<\/em>.<\/p>\n\n\n\n<p>Kesimpulannya, pemilihan<em> backend framework <\/em>tergantung pada kebutuhan proyek, preferensi bahasa pemrograman, dan lingkungan pengembangan. <em>Framework-framework<\/em> di atas merupakan pilihan terbaik di tahun 2024 berdasarkan popularitas, komunitas, dan dukungan yang luas.<\/p>\n\n\n\n<p>Ingin belajar lebih lanjut tentang <em>Backend Developer<\/em>? Ikuti Bootcamp <em>Fullstack Engineer<\/em> dari Coding.ID.<\/p>\n\n\n\n<p>Jangan lewatkan kesempatan untuk mengubah karir Anda dan menjadi bagian dari industri teknologi yang berkembang pesat. Dengan mengikuti Bootcamp <em>Fullstack Engineer <\/em>dari Coding.ID, Anda tidak hanya akan mempelajari teori, tetapi juga akan mendapatkan pengalaman praktis melalui projek nyata yang akan membuat Anda siap kerja!<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dalam dunia pengembangan aplikasi web dan mobile, backend framework memegang peranan penting dalam membangun dan mengelola server, database, dan aplikasi. Sebelum kita menyelami rekomendasi backend framework terbaik di tahun 2024, mari kita pahami terlebih dahulu pengertian dan fungsinya. Pengertian Backend Framework Backend framework adalah kumpulan alat yang memudahkan pengembang dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Framework ini menyediakan komponen siap pakai untuk berbagai tugas backend seperti autentikasi, pengelolaan sesi, interaksi dengan database, dan lainnya. Hal ini memungkinkan pengembang untuk fokus pada logika aplikasi khusus daripada menangani aspek dasar infrastruktur aplikasi. Fungsi Backend Framework Backend framework berperan penting dalam pengembangan aplikasi web dan mobile, dengan menyediakan berbagai fasilitas dan alat bantu untuk mempercepat dan mempermudah proses pengembangan.\u00a0 Baca juga: Tips Memilih Bootcamp IT Terbaik Pengelolaan Database ORM memungkinkan pengembang untuk bekerja dengan database menggunakan paradigma pemrograman berorientasi objek, dimana tabel database diwakili sebagai kelas dan baris sebagai instansi. Ini memudahkan interaksi dengan database tanpa harus menulis SQL query secara langsung, meningkatkan keamanan dan efisiensi pengembangan. Selain ORM, framework bisa menyediakan abstraksi lain seperti Query Builder yang memungkinkan pembuatan SQL query secara programatik, atau menggunakan teknik NoSQL untuk database yang non-relasional, sesuai dengan kebutuhan aplikasi. Autentikasi dan Otorisasi Framework menyediakan sistem untuk mendaftarkan, masuk, dan mengelola pengguna. Ini termasuk penyimpanan aman kata sandi, reset kata sandi, dan verifikasi email. Mekanisme hak akses seperti Role-Based Access Control (RBAC) atau Permission-Based Access memungkinkan aplikasi untuk memberikan atau membatasi akses ke fitur tertentu berdasarkan peran atau izin pengguna. Manajemen API Framework menyederhanakan proses pembuatan API RESTful atau GraphQL, dengan menyediakan alat untuk routing, parsing request, dan formatting response. Dukungan untuk versioning API memungkinkan pengembang untuk membuat perubahan atau peningkatan tanpa mengganggu penggunaan aplikasi yang ada. Framework juga sering menyertakan alat untuk menghasilkan dokumentasi API secara otomatis. Middleware dan Routing Middleware adalah fungsi yang dijalankan sebelum atau sesudah request mencapai route tujuan. Ini digunakan untuk tugas umum seperti logging, autentikasi, dan manipulasi request\/response. Routing mengatur bagaimana aplikasi merespons pada berbagai request HTTP ke alamat URL tertentu. Ini termasuk pengelompokan route, route parameter, dan route dengan metode HTTP yang berbeda (GET, POST, dll). Pengujian dan Debugging Framework biasanya menyediakan alat untuk pengujian unit dan pengujian integrasi, memungkinkan pengembang untuk secara otomatis memverifikasi fungsionalitas kode sebelum produksi. Fitur seperti logging error yang terperinci, stack traces, dan integrasi dengan debugger memudahkan identifikasi dan perbaikan bugs dalam aplikasi. Rekomendasi Backend Framework Terbaik Tahun 2024 Setelah memahami pengertian dan fungsinya, berikut adalah 5 rekomendasi backend framework terbaik di tahun 2024: Express.js Express.js adalah framework berbasis Node.js yang ringan dan fleksibel. Framework ini sangat populer di kalangan pengembang karena kemudahannya dalam membangun aplikasi web dan mobile yang efisien. Express.js menyediakan set alat yang kuat untuk membangun API dan aplikasi web server-side. Baca juga: Coding Adalah: Potensi, Urgensi, Penerapan, dan Cara Belajarnya Django Django adalah framework berbasis Python yang mengikuti pola arsitektur Model-Template-Views (MTV). Django sangat cocok untuk pengembangan aplikasi web skala besar karena fitur bawaannya yang kaya, termasuk sistem administrasi otomatis, dan komponen untuk autentikasi pengguna. Spring Boot Spring Boot, berbasis Java, memudahkan pembuatan aplikasi berbasis Spring yang stand-alone dan produksi-siap. Framework ini mengotomatisasi konfigurasi dan memungkinkan pengembang untuk fokus pada pembuatan fitur aplikasi. Spring Boot sangat cocok untuk microservices karena dukungannya terhadap kontainerisasi seperti Docker. Laravel Laravel adalah framework PHP yang elegan dan mudah digunakan, dengan sintaks yang ekspresif. Laravel menawarkan berbagai fitur seperti sistem migrasi database, manajemen routing yang sederhana, dan integrasi dengan sistem pencarian teks penuh seperti Algolia dan Elasticsearch. Ruby on Rails Ruby on Rails, atau Rails, adalah framework berbasis Ruby yang mengikuti prinsip &#8220;Convention over Configuration&#8220;. Rails terkenal dengan pendekatannya yang cepat dalam pengembangan aplikasi, dengan memanfaatkan migrasi database, scaffolding, dan DRY (Don&#8217;t Repeat Yourself) principles. Kesimpulannya, pemilihan backend framework tergantung pada kebutuhan proyek, preferensi bahasa pemrograman, dan lingkungan pengembangan. Framework-framework di atas merupakan pilihan terbaik di tahun 2024 berdasarkan popularitas, komunitas, dan dukungan yang luas. Ingin belajar lebih lanjut tentang Backend Developer? Ikuti Bootcamp Fullstack Engineer dari Coding.ID. Jangan lewatkan kesempatan untuk mengubah karir Anda dan menjadi bagian dari industri teknologi yang berkembang pesat. Dengan mengikuti Bootcamp Fullstack Engineer dari Coding.ID, Anda tidak hanya akan mempelajari teori, tetapi juga akan mendapatkan pengalaman praktis melalui projek nyata yang akan membuat Anda siap kerja!<\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":211,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_et_pb_use_builder":"off","_et_pb_old_content":"","_et_gb_content_width":"","footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-210","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-uncategorised","et-has-post-format-content","et_post_format-et-post-format-standard"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v24.3 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_GB\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Coding.ID Blog\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-02-22T04:27:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1200\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"630\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin Blog Coding.ID\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin Blog Coding.ID\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin Blog Coding.ID\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/9e2c83e911f3acd0bd638c5b3cc06a24\"},\"headline\":\"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024\",\"datePublished\":\"2024-02-22T04:27:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-22T04:27:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\"},\"wordCount\":728,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\",\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\",\"name\":\"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg\",\"datePublished\":\"2024-02-22T04:27:10+00:00\",\"dateModified\":\"2024-02-22T04:27:10+00:00\",\"description\":\"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"en-GB\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg\",\"width\":1200,\"height\":630},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#website\",\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/\",\"name\":\"Coding.ID - IT Bootcamp Berkualitas dengan 100% Jaminan Kerja\",\"description\":\"Transforming Employees into High-Performing Assets\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-GB\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization\",\"name\":\"Coding.ID\",\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/coding-01.png\",\"contentUrl\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/coding-01.png\",\"width\":2480,\"height\":844,\"caption\":\"Coding.ID\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/\"},\"sameAs\":[\"https:\/\/www.instagram.com\/coding_id\/\"]},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/9e2c83e911f3acd0bd638c5b3cc06a24\",\"name\":\"Admin Blog Coding.ID\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-GB\",\"@id\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f599281445fd8884894a9befe8d0a415d29cdf82e479f4ce01cc7bbbaa46ad14?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f599281445fd8884894a9befe8d0a415d29cdf82e479f4ce01cc7bbbaa46ad14?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin Blog Coding.ID\"},\"url\":\"https:\/\/coding.id\/blog\/author\/adminblog\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024","description":"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/","og_locale":"en_GB","og_type":"article","og_title":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024","og_description":"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya","og_url":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/","og_site_name":"Coding.ID Blog","article_published_time":"2024-02-22T04:27:10+00:00","og_image":[{"width":1200,"height":630,"url":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin Blog Coding.ID","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Written by":"Admin Blog Coding.ID","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/"},"author":{"name":"Admin Blog Coding.ID","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/9e2c83e911f3acd0bd638c5b3cc06a24"},"headline":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024","datePublished":"2024-02-22T04:27:10+00:00","dateModified":"2024-02-22T04:27:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/"},"wordCount":728,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg","inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/","url":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/","name":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024","isPartOf":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg","datePublished":"2024-02-22T04:27:10+00:00","dateModified":"2024-02-22T04:27:10+00:00","description":"Backend framework adalah tools yang memudahkan developer dalam menulis, memelihara, dan menguji kode backend aplikasi. Berikut rekomendasinya","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#breadcrumb"},"inLanguage":"en-GB","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#primaryimage","url":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg","contentUrl":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/02\/4.jpg","width":1200,"height":630},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/rekomendasi-backend-framework\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/coding.id\/blog\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"5 Rekomendasi Backend Framework Terbaik di Tahun 2024"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#website","url":"https:\/\/coding.id\/blog\/","name":"Coding.ID - IT Bootcamp Berkualitas dengan 100% Jaminan Kerja","description":"Transforming Employees into High-Performing Assets","publisher":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/coding.id\/blog\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-GB"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#organization","name":"Coding.ID","url":"https:\/\/coding.id\/blog\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/coding-01.png","contentUrl":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-content\/uploads\/2023\/05\/coding-01.png","width":2480,"height":844,"caption":"Coding.ID"},"image":{"@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.instagram.com\/coding_id\/"]},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/9e2c83e911f3acd0bd638c5b3cc06a24","name":"Admin Blog Coding.ID","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-GB","@id":"https:\/\/coding.id\/blog\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f599281445fd8884894a9befe8d0a415d29cdf82e479f4ce01cc7bbbaa46ad14?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/f599281445fd8884894a9befe8d0a415d29cdf82e479f4ce01cc7bbbaa46ad14?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin Blog Coding.ID"},"url":"https:\/\/coding.id\/blog\/author\/adminblog\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=210"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":212,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/210\/revisions\/212"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/211"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=210"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=210"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/coding.id\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=210"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}